Sering Emosi dan Stres? Mungkin Ini Penyebabnya!

Kurang Pelukan Bikin Gampang Marah? Cari Tahu Fakta Ilmiahnya!

Pernah enggak sih kamu perhatiin, ada teman yang kayaknya gampang banget naik darah? Dikit-dikit emosi, gampang banget stres, atau tiba-tiba meledak tanpa alasan yang jelas? Mungkin kamu juga pernah ngalamin sendiri. Nah, bisa jadi, salah satu alasannya adalah hal yang sering kita sepelekan: kurangnya sentuhan fisik, alias pelukan.

Mungkin kedengarannya aneh, ya. Masa iya sih, cuma gara-gara jarang dipeluk, emosi kita jadi enggak stabil? Tapi, ternyata ada penjelasan ilmiahnya, lho.

Pelukan dan Hormon Stres: Hubungan yang Saling Menguntungkan

Dalam hidup ini, kita enggak bisa lepas dari yang namanya stres. Entah itu karena pekerjaan, tugas kuliah, atau bahkan macet di jalan. Saat kita stres, tubuh kita otomatis ngeluarin hormon yang namanya kortisol. Hormon ini sering disebut sebagai ‘hormon stres’ karena memang tugas utamanya adalah merespons tekanan atau ancaman.

Kortisol sebenarnya penting, tapi kalau kadarnya terlalu tinggi dan terus-menerus, bisa bahaya buat kesehatan fisik maupun mental kita. Nah, di sinilah peran pelukan jadi sangat penting.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal terkemuka Psychoneuroendocrinology menunjukkan bahwa sentuhan fisik, seperti pelukan, punya dampak besar buat fisiologi tubuh kita. Ketika kita memeluk seseorang, tubuh kita bakal ngeluarin hormon oksitosin, yang sering disebut ‘hormon cinta’ atau ‘hormon ikatan’. Oksitosin ini punya efek yang menenangkan, dan salah satu tugasnya adalah menurunkan kadar kortisol.

Jadi, bisa dibilang, pelukan itu kayak ‘penangkal alami’ buat stres. Ketika kita sering mendapat sentuhan fisik, sistem saraf kita jadi lebih tenang, dan tubuh kita punya cara yang efektif buat ngatur emosi.

Dampak Buruk Kurangnya Sentuhan

Kalau pelukan itu penting banget, gimana jadinya kalau kita jarang dipeluk?

Tentu saja, tubuh kita bakal kehilangan salah satu ‘tombol’ alami buat meredakan stres. Akibatnya, kita jadi lebih rentan sama yang namanya stres berkepanjangan, kecemasan, dan kesulitan mengelola emosi.

Kalau ini terus-menerus terjadi, dampaknya bisa parah. Kita jadi gampang banget marah, emosi kita kayak roller coaster yang naik turun enggak jelas, atau bahkan kita bisa meledak tanpa alasan yang jelas padahal emosi itu sudah menumpuk lama. Ini yang bikin kita jadi orang yang ‘gampang tersulut’ atau sering disebut ‘emosian’.

Jadi, jangan heran kalau teman yang jarang dapat sentuhan kasih sayang sering terlihat lebih tegang atau mudah marah. Bukan karena dia jahat, tapi mungkin tubuhnya sedang berjuang melawan tingkat kortisol yang tinggi.

Ternyata Aroma Juga Punya Peran Penting

Selain sentuhan, ada satu lagi hal yang bisa bantu kita mengelola emosi, yaitu aroma. Mungkin kamu pernah ngerasain, mencium wewangian tertentu bisa bikin hati kamu tenang, atau bahkan mengingatkanmu pada momen-momen indah.

Ya, aroma punya koneksi langsung ke otak kita, terutama bagian yang mengelola emosi dan memori. Jadi, enggak heran kalau aroma tertentu bisa jadi terapi buat meredakan kecemasan atau mengalihkan perhatian dari stres.

Misalnya, aroma lavender seperti pada parfum (212 Man Parfum Carolina Herrera, Bulgari Aqua Parfum, dan Sauvage Parfum) sering dipakai buat menenangkan pikiran, atau aroma citrus seperti pada parfum ( Dunhill Blue, Chifon Parfum, Tommy Hilfiger Parfum dan Mountain Water Creed Parfum ) bisa bikin kita lebih semangat. Makanya, enggak sedikit orang yang suka pakai parfum enggak cuma buat wangi, tapi juga buat mood booster.

Kalau kamu pengin coba, Merjhia Fragrance bisa jadi pilihan yang pas. Mereka punya koleksi parfum yang lengkap banget, mulai dari aroma yang bikin semangat, segar, sampai yang kalem dan memikat. Kamu bisa pilih parfum yang sesuai buat setiap momen, entah itu buat acara formal, olahraga, atau bahkan cuma buat meeting sehari-hari.

Pakai parfum yang tepat bisa ningkatin rasa percaya diri kita, lho. Dengan aroma yang cocok sama kepribadian, kita bakal ngerasa lebih dominan dan berkarakter. Ini bisa jadi senjata rahasia buat menghadapi hari yang penuh tantangan.

Jadi, Gimana Kesimpulannya?

Kesimpulannya, untuk bisa punya kesehatan mental yang baik, kita enggak cuma butuh istirahat dan makan teratur, tapi juga sentuhan fisik dan aroma yang menyenangkan. Pelukan bisa jadi cara yang ampuh buat nurunin stres dan bikin kita lebih tenang.

Sementara itu, aroma, terutama dari parfum yang kita pakai, bisa jadi ‘teman’ buat mengelola emosi, meningkatkan mood, dan pastinya, bikin kita lebih percaya diri.

Jadi, jangan ragu untuk sering-sering memeluk orang yang kamu sayang, dan jangan lupa juga buat pakai parfum yang bikin mood kamu bagus. Dijamin, hidup bakal terasa lebih tenang dan bahagia!

Gimana, siap buat jadi pribadi yang lebih tenang dan bebas stres?

Kami adalah kewirausahaan Parfum dan Affiliate Seller Toko, pengembangan bisnis UMKM mikro untuk masyarakat di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Chat WhatsApp
WhatsApp