Seo Specialist Portfolio


Perkenalan

Halo nama Roy Zaki Wijaya berasal dari Indonesia, Sudah lama saya berkeinginan memiliki usaha yang mandiri offline maupun online. Saat ini saya sudah memiliki usaha offline berdiri selama 15 tahun. Banyak masalah untuk mengawali usaha, namun dengan belajar dan menganalisa suatu masalah dan mengevaluasi terus, akhirnya saya berhasil, selalu tumbuh dan memiliki pengalaman yang cukup, akhirnya saya memiliki pelanggan tetap di beberapa kota di Indonesia.

Usaha saya bergerak dalam bidang kosmetik untuk jenis produk mewangian yaitu parfum. Berikut Toko Endemy yang saya miliki berlokasi di jalan Jl. Lamper Tengah No.561, Lamper Tengah, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50248

Setelah berjalannya waktu, Ada beberapa kesalahan yang saya tidak sadari bahwa hanya mengandalkan berjualan parfum di toko offline saja berpengaruh dalam kestabilan penjualan dan nama brand saya akan ditinggalkan oleh pelanggan saya terutama banyak kompetitor luar dan dan dalam negri berkompetisi sangat ketat.
Walau terlambat, namun saya tetap bertekat untuk mengembangkan usaha pada Online E-Commerence dan saya membuat platform sendiri sebuah website E-Commerence yang berfokus pada SEO, yang saya bangun selama 6 bulan. Karena saya pemain baru Saya harus mensiasati apa yang saya bangun, berikut tahapannya:


✅ Tips Memilih Nama Domain

  1. Strategi Domain : Pilihlah Domain sesuai Niche atau minimal mengandung Niche yang tertarget
    1. Pemilihan Nama Domain : Karena saya berfokus pada kata kunci “parfum”, maka saya mengambil nama TokoParfum.co.id (translate : Perfume Store), karena nama parfum terlalu luas (Short Tail Keyword) maka saya mencari Long Tail Keyword sebagai alternnatif.
    2. Pemilihan Akhiran Domain .co.id :
      Karena target market E-Commerence saya lokal negara Indonesia, ada dua domain akhiran lokal di Indonesia yaitu (.id dan .co.id), namun saya lebih memilih .co.id , berikut manfaatnya :
      1. Peningkatan SEO Lokal: Google secara alami mengasosiasikan domain Country Code Top-Level Domain (ccTLD) seperti .co.id dengan Indonesia. Ini memberikan sinyal kuat kepada Google bahwa konten Anda sangat relevan untuk pengguna yang melakukan pencarian di Indonesia, sehingga membantu meningkatkan peringkat dalam hasil pencarian lokal.
      2. Kredibilitas & Kepercayaan Lokal: Domain .co.id hanya bisa didaftarkan oleh perusahaan/bisnis yang berbadan hukum resmi di Indonesia (memerlukan dokumen legal). Persyaratan ketat ini secara otomatis meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan di mata pengguna Indonesia, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan Click-Through Rate (CTR)—faktor yang disukai Google.
      3. Target Audiens yang Jelas: Domain ini secara tegas menargetkan pasar Indonesia. Jika audiens utama Anda berada di dalam negeri, .co.id adalah pilihan yang sangat efektif untuk memfokuskan upaya SEO Anda.
      4. Kecepatan Akses (Potensial): Karena DNS yang menaungi .co.id berasal dari Indonesia, seringkali ada keuntungan kecil dalam kecepatan akses bagi pengguna lokal, yang merupakan faktor penting dalam SEO (Page Speed).
    1. Dalam pemilihan lokasi Server Hosting dan Domain :
      1. Dalam pembelian Server Hosting dan Domain, apabila target pasar Anda untuk mencakup hanya satu negara, sebaiknya disarankan diwilayah negara tersebut.
        Contoh : Semisal saya membuat website company profile perusahaan yang berdomisili di Jerman dan target nya di negara tersebut maka sebaiknya pembelian domain dan hosting tersebut dilakukan di wilayah tersebut, agar akses pengambilan data dan pemuatan suatu website lebih cepat dan tidak terlalu lama prosesnya. Disamping meningkatkan performa kecepatan website juga berpengaruh dalam penilaian SEO pada Speed Index.
      2. Apabila Website di gunakan untuk global di seluruh dunia, sebelum melakukan pembelian analisa dan dipelajari kecepatan di setiap jasa penjualan Hosting dan Domain, pilihlah dengan performa kecepatan yang terbaik.

Platform yang saya gunakan yaitu WordPress dengan menggunakan template yang ringan dan powerfull
Berikut adalah fitur-fitur utama dan tips yang harus Anda perhatikan:

🚀 Utamakan Fitur Template WordPress SEO-Friendly

Prioritaskan tema yang memiliki karakteristik berikut untuk memastikan dasar SEO situs Anda kuat:

  • Kecepatan Loading yang Optimal
    • Tema harus ringan dan memiliki struktur kode yang bersih serta efisien (clean code). Kecepatan adalah faktor peringkat utama dan juga mempengaruhi pengalaman pengguna (UX).
    • Template selalu bermasalah dengan LCP, FID, INP, CLS, dan lainnya, sebelum menggunakannya test dahulu Template versi demonya. Penjelasan mengenai LCP, FID, INP, CLS, dan lainnya, nanti saya bahas sub-bab dibawah.
    • Gunakan alat seperti Google PageSpeed Insights atau GTMetrix untuk menguji kecepatan demo tema. Namun saya lebih prioritaskan pada Google PageSpeed Insight karena lebih kredibel.
      Saya sangat senang karena Diagnose performance issues diatas dari 90% untuk versi mobile dan desktop.
    • Tema ringan populer untuk SEO antara lain: Astra, GeneratePress, dan Neve.
  • Desain Responsif (Mobile Friendly)
    • Pastikan tampilan tema optimal di semua perangkat (desktop, tablet, mobile). Karena sebagian besar pengguna berasal dari mobile, Google sangat memprioritaskan hal ini (mobile-first indexing).
  • Dukungan Schema Markup
    • Tema yang berkualitas harus memiliki built-in dukungan schema.org markup (seperti Article Schema, Breadcrumb Schema, dll.). Schema membantu mesin pencari memahami konten Anda dengan lebih baik, yang dapat menghasilkan Rich Snippets (tampilan hasil pencarian yang lebih menarik) dan meningkatkan CTR.
  • Kompatibilitas Plugin SEO
    • Tema harus kompatibel sepenuhnya dengan plugin SEO populer seperti Yoast SEO atau Rank Math agar Anda dapat melakukan optimasi on-page dengan mudah.

✅ Struktur Template Wajib SEO

  1. Pemilihan Template WordPress : Selain fitur teknis, pertimbangkan aspek-aspek ini untuk jangka panjang:
    • Kode yang Bersih dan Efisien
      • Hindari tema yang “terlalu banyak fitur” (bloated) atau memasukkan terlalu banyak plugin yang tidak akan Anda gunakan, karena ini sering kali membuat situs menjadi berat dan lambat.
      • Pastikan struktur HTML semantik (penggunaan heading H1, H2, H3 yang benar) untuk memudahkan crawling Google.
    • Dukungan dan Pembaruan Rutin
      • Pilih tema dari pengembang tepercaya yang menyediakan pembaruan rutin dan dukungan yang baik. Pembaruan memastikan keamanan situs dan kompatibilitas dengan versi WordPress terbaru serta perubahan algoritma Google.
    • Kustomisasi yang Mudah
      • Tema harus menawarkan opsi kustomisasi yang mudah (tanpa perlu coding tingkat lanjut) dan kompatibel dengan page builder populer (seperti Elementor atau Beaver Builder), sehingga Anda dapat membangun layout yang user-friendly tanpa mengorbankan kecepatan.

✅ Optimasi teknikal (Technical SEO)

⚙️ 1. Kecepatan Website (Page Speed) dan Core Web Vitals

Google sangat menekankan kecepatan karena merupakan faktor kunci pengalaman pengguna.

  • Pahami Core Web Vitals (CWV): Ini adalah metrik yang digunakan Google untuk menilai pengalaman pengguna. Anda harus mengoptimalkan skor Anda untuk:
    • LCP (Largest Contentful Paint): Waktu yang dibutuhkan elemen konten terbesar untuk loading. Targetnya di bawah 2.5 detik.
    • FID (First Input Delay): Waktu yang dibutuhkan website untuk merespons interaksi pertama pengguna (diganti dengan INP/Interaction to Next Paint). Targetnya di bawah 100 milidetik.
    • CLS (Cumulative Layout Shift): Mengukur stabilitas visual (seberapa sering elemen di layar bergeser saat loading). Targetnya di bawah 0.1.
  • Optimasi Gambar: Kompres gambar tanpa mengurangi kualitas secara signifikan (gunakan format modern seperti WebP), dan tentukan dimensi gambar (lebar/tinggi) di HTML untuk mencegah CLS.
  • Minifikasi Kode: Hapus karakter yang tidak perlu (spasi, komentar) dari file HTML, CSS, dan JavaScript.
  • Manfaatkan Caching: Gunakan browser caching untuk menyimpan aset website di perangkat pengguna, sehingga loading berikutnya lebih cepat.

📱 2. Mobile-Friendliness (Responsif)

Google menggunakan Mobile-First Indexing, yang berarti Google mengutamakan versi mobile dari website Anda untuk indexing dan ranking.

  • Desain Responsif: Pastikan desain website Anda secara otomatis menyesuaikan diri (responsif) dengan ukuran layar apa pun (ponsel, tablet, desktop).
  • Uji Responsivitas: Gunakan Mobile-Friendly Test dari Google Search Console untuk memastikan halaman Anda lulus uji.

🗺️ 3. Struktur Website dan Pengindeksan

A. File Robots.txt

  • Buat dan kelola file robots.txt di root directory website Anda.
  • File ini memberi tahu crawler Google bagian mana dari situs Anda yang boleh (Allow) dan tidak boleh (Disallow) di-crawl (misalnya, halaman admin atau hasil pencarian internal).

B. Sitemap XML

  • Buat sitemap.xml yang berisi daftar lengkap semua URL penting di website Anda.
  • Sitemap membantu Google menemukan dan meng-crawl semua halaman Anda, terutama jika struktur linking internal Anda kompleks.
  • Kirimkan sitemap Anda ke Google melalui Google Search Console (GSC).

C. Struktur URL yang Jelas (Canonicalization)

  • Gunakan URL yang pendek, deskriptif, dan mengandung kata kunci utama. Hindari URL yang berisi parameter atau angka acak.
  • Tag Kanonis (Canonical Tag): Jika Anda memiliki konten yang sama persis atau sangat mirip di beberapa URL (misalnya, http://domain.com dan https://domain.com/index.html), gunakan tag <link rel="canonical" href="URL_utama"> untuk menunjukkan versi mana yang harus diindeks Google.

🔒 4. Keamanan dan Protokol HTTPS

  • Wajib HTTPS: Gunakan protokol HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure). Google telah menyatakan ini sebagai faktor ranking kecil dan merupakan persyaratan keamanan dasar.
  • Sertifikat SSL/TLS: Pastikan Anda memiliki sertifikat SSL/TLS yang valid dan berfungsi. Ini mengenkripsi data yang ditransfer antara pengguna dan server.

🔎 5. Data Terstruktur (Schema Markup)

  • Apa Itu Schema: Schema Markup adalah kode yang Anda tambahkan ke HTML yang membantu mesin pencari lebih memahami konten Anda dan memberikan hasil yang lebih kaya (rich snippets) di SERP (Search Engine Results Page).
  • Contoh Penerapan: Gunakan schema yang relevan, seperti Review (untuk ulasan produk), Recipe (untuk resep), FAQ (untuk pertanyaan dan jawaban), atau Organization (untuk informasi bisnis).
  • Validasi: Gunakan Rich Results Test dari Google untuk memastikan schema Anda diterapkan dengan benar.

🛠️ 6. Pengelolaan Kesalahan (Error Handling)

  • Google Search Console: Rutin periksa GSC untuk menemukan:
    • Kesalahan Crawl: URL yang tidak dapat diakses oleh Google.
    • Kesalahan 404 (Not Found): Halaman yang dihapus.
  • Redirect 301: Jika Anda menghapus atau memindahkan halaman, wajib gunakan permanent redirect (301) ke halaman baru yang relevan. Ini memastikan link juice (otoritas) dari halaman lama diteruskan ke halaman baru.

Dengan mengimplementasikan langkah-langkah teknikal ini, Anda memastikan bahwa fondasi website Anda kuat, efisien untuk crawler Google, dan memberikan pengalaman optimal bagi pengguna.

BERIKUT HASIL DARI OPTIMASI WEBSITE INI, HASILNYA SANGAT MEMUASKAN


🛍️ Riset Kata Kunci Homepage

Sebelum melakukan Optimasi SEO Off Page dan On Page di suatu website, Saya perlu menyusun strategi kata kunci yang kuat dan relevan agar memenuhi pedoman Search Engine di Google, namun bila Anda kesulitan mempelajari analisa kata kunci ada beberapa alat pendukung untuk memilih kata kunci yang terbaik untuk menghindari plagiat dan serta lebih alami serta organik sebagai berikut :

🛠️ Alat Populer (Berbayar & Gratis)

  • Google Keyword Planner (Gratis)
  • Google Trends (Gratis)
  • SEMRush (Berbayar, ada versi gratis terbatas)
  • Ahrefs (Berbayar, ada alat gratis terbatas)
  • Ubersuggest (Berbayar, ada versi gratis terbatas)
  • Keyword Tool (Berbayar, ada versi gratis terbatas)
  • KWFinder (Berbayar, ada versi gratis terbatas):

💡 Alat Bantuan Sederhana (Gratis)

  • Google Search (Fitur Autocomplete & Penelusuran Terkait)
  • Google Search Console (Gratis)

Setelah mempelajari dan menganalisa dari Alat tersebut, Saya memilih kata kunci memprioritaskan Visi dan Misi website E-Commerence Saya yaitu ” TokoParfum.co.id “, saya tidak ingin menyesatkan atau memanipulasi pengunjung yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen, karena nantinya akan berpengaruh dengan penilaian di Pedoman Google yaitu ” Bounce Rate ” di suatu website.

Apakah itu Bounce Rate? Bounce Rate (atau Rasio Pentalan) adalah metrik dalam analisis website yang mengukur persentase pengunjung yang masuk ke sebuah halaman di website Anda, dan kemudian langsung keluar dari situs tersebut tanpa melakukan interaksi lebih lanjut atau tanpa mengunjungi halaman lain. Terlalu sering melakukan Bounce Rate, Google akan menandai website kita sebagai situs yang tidak relevan, tentunya akan menurunkan peringkat Google, bahkan jika kondisi terburuk akan di tendang keluar dari mesin pencarian Google.

Berikut target keyword  dan volume trafik yang Saya pilih :

Kata Kunci Volume Traffic/Month
Toko Parfum 14.800
Grosir Parfum 1000
Grosir Bibit Parfum 210
Toko Parfum Premium 70
Grosir Parfum Murah 20

*** Data tabel diatas adalah ringkasan dari panduan alat (Google Search Console, SEMRush, dan Ubersuggest) yang Saya ambil untuk website Saya


🛍️ Optimasi SEO On-Page (Judul, Heading, & Gambar)

Optimasi ini dirancang untuk satu halaman target utama Anda (misalnya, homepage atau landing page produk/layanan utama) dengan fokus pada kata kunci yang paling kuat.

1. Optimasi Judul Halaman (Title Tag) & Meta Deskripsi

Ini adalah hal pertama yang dilihat pengguna dan Google di hasil pencarian (SERP).

  • Contoh Title Tag (Max. 60 Karakter):

    Toko Parfum Premium Wangi Tahan Lama 28 Jam | Grosir & Maklon Bisnis

  • Contoh Meta Deskripsi (Max. 160 Karakter):

    Cari Toko Parfum Premium? Kami Sedia Grosir & Jasa Maklon Parfum untuk Bisnis Anda. Garansi Wangi Tahan Lama hingga 28 Jam. Mulai Bisnis Sekarang!

2. Optimasi Susunan Heading (H1 – H6)

Struktur hierarki heading (H1, H2, H3, dst.) membantu Google memahami topik utama dan subtopik di halaman Anda. Gunakan kata kunci secara natural.

Level Tujuan SEO Contoh Heading yang Dioptimalkan
H1 Topik Utama Halaman (Gunakan 1x) Toko Parfum Premium Wangi Tahan Lama 28 Jam Resmi & Terpercaya
H2 Bagian Utama / Subtopik (Fokus pada Jual/Layanan) Mengapa Memilih Parfum Kami? Wangi Tahan Lama Hingga 28 Jam!
H3 Detail Utama dari H2 di Atas Keunggulan Aroma Parfum Premium Kami
H4 Sub-detail dari H3 Varian Aroma Wangi Terbaik untuk Pria dan Wanita
H2 Bagian Utama Baru (Fokus pada Bisnis) Peluang Bisnis Parfum: Layanan Grosir dan Maklon Terbaik
H3 Detail Utama dari H2 di Atas Maklon Parfum Murah dan Cepat untuk Brand Anda
H4 Sub-detail dari H3 Syarat dan Ketentuan Grosir Parfum Toko Parfum
H5 Poin Sangat Spesifik (Opsional) Proses Garansi Tahan Lama 28 Jam
H6 Poin Terkecil (Opsional) FAQ Layanan Maklon dan Bisnis

Berikut adalah poin-poin analisisnya:

Poin Kuat:

  • Tidak ada Keyword Stuffing: Anda tidak mengulang-ulang kata kunci secara berlebihan.
  • Jelas dan Informatif: Meta deskripsi ini langsung memberikan informasi penting: menjual parfum premium, layanan maklon, dan jaminan kualitas.
  • USP (Unique Selling Proposition) Kuat: Kalimat “Wangi Tahan Lama 28 Jam” adalah penawaran yang sangat menarik dan bisa menjadi pembeda dari kompetitor.
  • Menggunakan Call-to-Action: “Mulai Bisnis Sekarang!” adalah CTA yang efektif untuk mendorong klik.

3. Optimasi Gambar Website

  • Penyematan Gambar: Gunakan elemen HTML <img> untuk menyematkan gambar, bukan CSS. Contoh yang buruk: <div style="background-image:url(gambar.jpg)">.
  • Teks Deskriptif:
    • Sertakan teks di sekitar gambar yang relevan dan deskriptif.
    • Gunakan atribut alt (alt text) yang deskriptif dan pendek. Teks alt ini memberikan petunjuk kepada Google tentang materi pokok gambar dan penting untuk aksesibilitas.
  • Nama File: Gunakan nama file yang pendek dan deskriptif. Contoh: toko-parfum-semarang.jpg lebih baik daripada IMG000343223.JPG atau photoimage.jpg.
  • Sitemap Gambar: Gunakan peta situs gambar (image sitemap) untuk membantu Google menemukan gambar Anda, terutama jika gambar dimuat dengan kode JavaScript.
  • Ukuran Gambar: Untuk kapasitas ukuran gambar disarankan under 50kb, untuk meningkatkan kecepatan muat suatu website.
  • Gambar Responsif: Gunakan gambar yang responsif agar tampil baik di berbagai ukuran layar. Gunakan atribut seperti srcset jika diperlukan.
  • URL Konsisten: Jika sebuah gambar digunakan di banyak halaman, rujuk gambar dengan URL yang sama secara konsisten agar Google dapat menyimpannya di cache dan menggunakannya kembali.

✅ Menyusun Strategi Pondasi Postingan Website

Untuk memperkuat Pondasi suatu Website perlunya mengisi isi website dengan artikel dan atribut konten yang sesuai dengan niche dan berkualitas :

🚀 Fase 1: Pra-Penulisan (Riset Kata Kunci dan Niat Pengguna)

1. Riset Kata Kunci (Keyword Research)

  • Riset Kata Kunci yang Mendalam

    • Relevansi: Pilih kata kunci (KW) yang benar-benar relevan dengan topik Anda dan memiliki volume pencarian yang layak.
    • Long-Tail Keyword: Prioritaskan KW yang lebih panjang dan spesifik (misalnya, bukan hanya “parfum pria” tapi “parfum pria yang tahan seharian 24 jam“). Ini memiliki persaingan lebih rendah dan niat pencarian yang lebih jelas.

2. Pahami Niat Pencarian (Search Intent) – FOKUS GOOGLE

Ini adalah inti dari SEO modern. Anda harus tahu apa yang ingin dilakukan atau ditemukan pengguna saat mencari KW tersebut:

  • Informatif (To Know): Mencari jawaban atas pertanyaan (cth: “Apa itu PARFUM?”). Konten harus berupa panduan, definisi, atau artikel komprehensif.
  • Transaksional (To Buy): Ingin membeli atau berlangganan (cth: “Harga Parfum D&G Blue pria terbaru”). Konten harus berupa halaman produk atau ulasan.
  • Komersial (To Compare): Ingin membandingkan produk/layanan (cth: “Review parfum CK One terbaik 2025”). Konten harus berupa listicle atau perbandingan.
  • Navigasional (To Go): Ingin menemukan situs tertentu (cth: “Toko Parfum Premium”).

🔥 Penting: Jika niat pencarian untuk KW Anda adalah tutorial langkah demi langkah, dan Anda membuat artikel definisi, postingan Anda hampir pasti tidak akan mendapat peringkat tinggi, meskipun optimasinya sempurna.

3. Analisis Kompetitor (SERP Analysis)

  • Cari KW target Anda di Google. (tools GSC, SEMRush, atau Ubersuggest)
  • Periksa 5 hasil teratas:
    • Format: Jenis konten apa yang mereka gunakan? (Listicle, Tutorial, Ulasan).
    • Kedalaman: Seberapa komprehensif pembahasan mereka?
    • Sub-topik: Poin-poin apa saja yang mereka bahas yang harus Anda masukkan ke dalam postingan Anda?

✍️ Fase 2: Penulisan (Konten dan Kualitas)

Inilah saat Anda membuat konten, dengan mengutamakan prinsip Google E-E-A-T.

1. Prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness)

  • Expertise (Keahlian): Tunjukkan pengetahuan mendalam tentang subjek.
  • Experience (Pengalaman): Bagikan pengalaman nyata Anda. Tulis tentang “bagaimana saya melakukannya” bukan hanya “bagaimana seharusnya”.
  • Trustworthiness (Kepercayaan): Dukung klaim Anda dengan data, sumber terpercaya, dan pastikan informasi Anda akurat.

2. Struktur Konten yang SEO-Friendly

  • Judul Utama (H1): Gunakan satu H1 yang menarik dan WAJIB mengandung kata kunci utama.
  • Sub Judul (H2, H3, dst.): Gunakan header tags secara logis untuk memecah konten. Gunakan heading H2 untuk sub-topik utama dan H3 untuk poin-poin di bawah H2. Sisipkan KW sekunder atau variasi KW secara alami di beberapa heading ini.
  • Keterbacaan (Readability): Gunakan paragraf pendek (maksimal 3-4 baris), poin-poin (bullet points), dan daftar bernomor. Ini membuat konten mudah di-scan (scannability) oleh pembaca.

3. Penempatan Kata Kunci Secara Strategis (Bukan Stuffing)

  • Awal Konten: Sisipkan KW utama di 100 kata pertama (paragraf pembuka).
  • Secara Alami: Sebarkan KW dan variasinya secara merata.
  • Hindari Keyword Stuffing: Jangan ulangi KW secara berlebihan atau di tempat yang tidak natural. Google akan menghukumnya sebagai konten berkualitas rendah.

⚙️ Fase 3: Pasca-Penulisan (Optimasi On-Page)

Setelah draf konten selesai, optimalkan elemen-elemen teknisnya.

1. Optimasi Elemen SEO Utama

Elemen Kunci Optimasi Pedoman Google
Judul Tag (Meta Title) Harus menarik, mengandung KW utama di awal, dan tidak lebih dari 60 karakter. Mendorong klik (CTR) di SERP.
Meta Description Rangkuman singkat (150-160 karakter), mengandung KW, dan bersifat persuasif. Memberikan snippet yang akurat dan menarik bagi pengguna.
URL (Permalink) Singkat, deskriptif, dan mengandung KW utama. Cth: domain.com/cara-buat-artikel-seo

2. Optimasi Gambar

  • Alt Text (Teks Alternatif): Wajib diisi! Jelaskan isi gambar secara deskriptif, dan sisipkan KW jika relevan. Ini membantu Google (dan pembaca tunanetra) memahami gambar.
  • Ukuran File: Kompres gambar agar tidak memperlambat kecepatan loading website.

3. Internal & Eksternal Linking

  • Internal Link: Tautkan ke 2-3 postingan relevan lainnya di website Anda. Ini membantu Google memahami struktur situs Anda dan membuat pengguna bertahan lebih lama (UX yang baik).
  • Eksternal Link: Tautkan ke 1-2 sumber otoritatif (seperti situs penelitian atau situs resmi) jika Anda mengutip data. Ini meningkatkan kredibilitas (Trustworthiness).

4. Tinjauan Akhir: Pengalaman Pengguna (UX)

Pastikan postingan Anda:

  • Mobile-Friendly: Tampil sempurna di ponsel (wajib).
  • Cepat Memuat: Lolos uji Core Web Vitals (sangat disarankan).

Dengan mengikuti langkah-langkah ini—mulai dari memahami niat pencarian hingga menciptakan konten E-E-A-T yang terstruktur—Anda akan membuat postingan yang benar-benar selaras dengan pedoman Google dan berpeluang tinggi mendapatkan peringkat yang baik.


✅ Penerapan Strategi Postingan Website

A. Target Postingan Susunan Produk, Kategori Produk, dan Kata Kunci

Berikut pilihan sasaran target kata kunci yang akan Saya perkuat dalam membangun website E-Commerence

  1. Penempatan Nama Kategori Produk
    Terdapat 5 Kategori Produk:

    1. Parfum Pria
    2. Parfum Wanita
    3. Parfum Unisex
    4. Grosir Parfum
    5. Fashion Thrift
  2. Penempatan Nama Produk
    disini saya berikan beberapa nama produk yang akan di jual di Website E-Commerence ini, dan nama produk parfum itu sekaligus , akan di tingkatkan performa nya dengan meningkatkan performa penulisan postingan konten postingan dan memberikan backlink yang berkualitas
    Contoh : Mancera Amore Caffe Parfum, Polo Sport Men Parfum, Aigner Black Men Parfum, Gucci Versace Parfum, dan merek brand lainnya yang saya pasang di E-Commerence tersebut.

Memperkaya Kekuatan Postingan Artikel SEO Website
Untuk lebih memaksimalkan kerapatan website agar lebih terfokus dan meningkatkan lalu lintas website perlunya membuat postingan yang bermanfaat untuk konsumen. Google juga sangat menyukai aktifan website tersebut dalam memperbarui isi konten dan artikel dari masa ke masa, terutama fenomena trend buyer, storyselling, education, information product, berita fashion, tips product, life style, trend fashion, artits dan masih banyak lagi.
Contoh : Artikel SEO
https://tokoparfum.co.id/wajib-coba-pilihan-parfum-wanita-scorpio-dan-parfum-pria-scorpio-paling-ngena-di-toko-parfum/

B. Berikut Hasil Traffic Website

Setelah saya optimasi susunan produk, kategori, dan pengembangan artikel dengan konsep SEO ada peningkatan lalu lintas pengunjung yang meningkat dengan sangat drastis

BAGAIMANA CARA BISA TERCAPAI PERINGKAT TERATAS DALAM 6 BULAN ….. ? Hanya mengandalkan Artikel SEO Organik….?

SEO OFF PAGE POWER BACKLINK


  1. Berikut penanaman Backlink yang dapat meningkatkan citra rating website
  2. DA Backlink Otoritas Tinggi TIER 1 70 – 99
  3. Backlink .EDU .GOV
  4. Backlink AC.ID
  5. Meningkatkan DA 30+ PA 30+ dengan website dan Blog ber-peringkat Moz
  6. Artikel Backlink Tumblr DA +20 dan PA 40

 

Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Chat WhatsApp
WhatsApp